Optimistis 2026, Isuzu Siapkan Strategi untuk Kuasai Pasar

DORONG EKONOMI: Dari kiri, VP Project & Contract Logistics POSLOG Rahadian Tanjung, VP Vendor Management POSLOG Junaedi, dan Operation Director MODA Andy Dwi Zatmoko dan sejumlah mitra logistik pengguna Isuzu berdialog di depan Kantor PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG) Jakarta Pusat, Selasa (11/12). (Foto: Dok. IAMI)

JawaPos.Com-Peluang aktivitas logistik tahun depan diprediksi masih cerah, lantaran kegiatan transportasi dan pergudangan tetap menjadi penopang potensi pertumbuhan ekonomi 2026 didorong oleh pembangunan infrastruktur, pesatnya e-commerce, dan tingginya kebutuhan rantai pasok. PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) berupaya maksimal untuk menangkap momentum pertumbuhan sektor logistik itu.Business Strategy Division Head PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Rian Erlangga menjelaskan, penjualan kendaraan niaganya terus meningkat seiring tumbuhnya sektor logistik di berbagai daerah.”Market share Isuzu di segmen kendaraan komersial mencapai 28,6 persen. Isuzu Traga mendominasi pasar dengan market share 47,2 persen, ELF 23,3 persen, dan Giga 17,5 persen,” ujar Rian dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/12).Pihaknya terus berupaya mendukung pelaku usaha di sektor logistik nasional. Isuzu berkomitmen untuk terus menemani masyarakat Indonesia menggerakan perekonomian bangsa.”Berbagai tantangan dan peluang di 2026 menanti, kami sudah menyiapkan berbagai strategi untuk menguasai pasar. Termasuk meningkatkan layanan purnajual yang lebih baik,” tegasnya.Fasilitas aftersales service akan terus ditambah. Saat ini, Isuzu memiliki 127 outlet, 112 bengkel yang tersebar di seluruh Indonesia dengan 486 tenaga mekanik stall. Juga ada 175 bengkel mitra Isuzu, 161 tenaga mekanik Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), dan 4 Depo Part di Makassar, Palembang, Medan, dan Pontianak, serta lebih dari 2.000 partshop.Rian menambahkan, Isuzu merupakan satu-satunya brand yang memiliki sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi untuk seluruh produknya. Misalnya, TKDN untuk Isuzu Traga lebih dari 44 persen, Elf sebesar 33 persen, dan Giga lebih dari 35 persen.“Dengan tingkat lokalisasi yang tinggi biaya produksi menjadi lebih kompetitif, dan ketersediaan suku cadang terjaga,” sebutnya.Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hingga akhir 2025, sektor transportasi dan pergudangan menyumbang sekitar Rp 1.500 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. “Angka itu naik menjadi sekitar 9 persen, dari sebelumnya 8,69 persen pada tahun 2024,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulis dikutip dari situs Kementerian Kooordinator Perekonomian.Project and Contract Logistic Vice President PT Pos Logistik Indonesia Rahadian Tanjung mengatakan tingginya kebutuhan sektor logistik mendorong pihaknya untuk terus menambah jumlah armada operasional.”Tahun ini, terjadi penambahan 100 persen armada sehingga total mencapai lebih dari 500 unit,” ujarnya saat bertemu sejumlah mitra logistik pengguna Isuzu di Kantor PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG) Jakarta Pusat, Selasa (11/12).Tentunya, kata Rahadian, sebagai pelaku usaha di sektor logistik, pihaknya harus mencari kendaraan-kendaraan yang efisien agar dapat menekan cost operational perusahaan. Selain konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang irit, juga harus memilih kendaraan yang mampu digunakan di berbagai kondisi jalan.”Kendaraan yang kita pakai sekarang overall BBM-nya lebih irit 35 persen,” sebutnya.Direktur Operasional PT Moda Andy Dwi Zatmoko menambahkan, siap menambah armada tahun depan. Saat ini pihaknya sudah memiliki 1.000 armada. Menurut Andy, kendaraan yang digunakan oleh perusahaan logistik selain efisien juga harus memiliki layanan aftersales bagus.”Seperti layanan service di tempat. Jadi teknisinya yang datang ke tempat kerja kami, sehingga kustomer tidak perlu repot-repot datang ke bengkel. Ini sangat membantu,” papar Andy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *